Kamis, 03 Januari 2019


PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DISKUSI KELAS PBS B IAIN MADURA

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
yang diampu oleh Ibu Sus Mapsusoh, M.Pd.
    


Disusun Oleh:
ZAIRA SAHARANI PUTRI
18383022201

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARI’AH
JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA
2018



KATA PENGANTAR
                   Puji dan syukur pertama penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan nikmat-Nya lah saya diberikan kesempatan untuk  menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik. Tidak lupa pula shalawat dan salam kita curahkan kepada Rasulullah SAW semoga kita selalu dalam lindungan beliau.
Makalah yang berjudul “PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DISKUSI KELAS PBS B” ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia, Institut Agama Islam Negeri Tahun 2018. Tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikiran.
Dalam makalah ini, saya menyadari masih banyak kesalahan serta kerkurangan didalamnya. Maka dari itu saya mohon saran dan kritik dari teman-teman, khususnya dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia demi tercapainya makalah yang sempurna.



                                                   Pamekasan, 01 Desember 2018
                                                                      Penulis







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................    i
DAFTAR ISI.................................................................................     ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................     1
A.    Latar Belakang...................................................................     1
B.     Rumusan Masalah..............................................................     2
C.     Tujuan Penulisan................................................................     2
BAB II PEMBAHASAN.............................................................     3
A.    Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar............................     3
1.      Definisi Bahasa............................................................     3
2.      Bahasa Baku................................................................     4
B.     Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Dalam Forum Diskusi PBS B IAIN Madura                      5
BAB III PENUTUP......................................................................     8
A.    Kesimpulan........................................................................     8
B.     Saran .................................................................................     8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................     9
LAMPIRAN..................................................................................     10

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Diskusi merupakan kegiatan interaksi yang dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok untuk bertukar pikiran atau ilmu sehingga dari kegiatan tersebut menghasilkan sebuah ilmu ataupun pemahaman yang baik dan benar. Hampir setiap hari mahasiswa akan melakukan diskusi entah itu diskusi kelas mengenai mata kuliah tertentu ataupun diskusi dalam forum resmi. Kegiatan diskusi tersebut bukan hanya dapat mengasah kemampuan mahasiswa terhadap materi diskusi melainkan dapat juga melatih mahasiswa dalam berbicara atau dalam penggunaan  bahasa yang baik dan benar.
Bahasa merupakan alat komunikasi yang mengandung arti atau makna tertentu. Hampir seluruh negara didunia memiliki bahasa tersendiri tak terkecuali Indonesia. Indonesia memiliki bahasa sendiri yaitu bahasa Indonesia yang memiliki salah satu fungsi yaitu sebagai alat pemersatu bangsa. Fungsi ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa yang melakukan kegiatan diskusi entah diskusi kelas maupun diskusi luar kelas. Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam forum diskusi jika di dalam forum tersebut terdapat peserta yang berasal dari daerah atau pulau-pulau lain sehingga bahasa Indonesialah yang akan menjadi pemersatu dalam diskusi tersebut.
Bahasa Indonesia yang baik adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan tempat, sesuai dengan siapa lawan bicara dan sesuai dengan apa yang dibicarakan. Sedangkan berbahasa Indonesia yang benar adalah berbahasa Indonesia sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Terkadang kita menggunakan bahasa yang baik namun tidak benar, begitu pula sebaliknya kita menggunakan bahasa yang benar namun tidak baik. Atau semisalnya kita berbicara dengan teman akrab menggunakan bahasa baku atau dalam sebuah forum diskusi kita menggunakan bahasa santai dan gaul.
Terkadang kesalahan tersebut dilakukan oleh mahasiswa entah dalam forum diskusi dalam kelas maupun forum resmi. Kebanyakan mahasiswa mencampur bahasa daerah mereka dengan bahasa Indonesia atau menggunakan bahasa santai dan gaul dalam diskusi yang dilakukan. Contoh kesalahan berbahasa yang sering terjadi adalah seperti “Oke, aku akan lempar pertanyaannya kepada audience” penggunaan bahasa  tersebut salah seharusnya “Baik, Saya akan lemparkan pertanyaannya kepada audience”. Dalam forum diskusi bahasa yang digunakan haruslah formal, ketika menyebutkan kata aku haruslah menggunakan kata formal yaitu saya. Kesalahan seperti ini terus terjadi dan dijadikan budaya diskusi bagi para mahasiswa. Mahasiswa menganggap kesalahan seperti itu sepele dan terus dilakukan. Kurangnya pemahaman mengenai peraturan sebuah forum diskusi, dan pemahaman mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi salah satu faktor mengapa hal ini bisa terjadi. Maka dari itu, sebagai seorang peneliti saya menyusung judul “PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAB BENAR DALAM DISKUSI KELAS PBS B” agar makalah ini dapat bermanfaat bagi saya pribadi sebagai mahasiswa dan para pembaca.
B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pokok-pokok masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1.      Bagaima Bahasa Indonesia yang baik dan benar?
2.      Bagaimana Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam diskusi kelas PBS B IAIN Madura?
C.    TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan masalah-masalah tersebut, maka tujuan penulisan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2.      Mengetahui Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam diskusi kelas PBS B IAIN Madura.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR
1.      Definisi Bahasa
Manusia merupakan mahluk sosial yang dalam kehidupannya tidak akan pernah terlepas dari interaksi, baik interaksi sesama individu maupun kelompok. Dalam berinteraksi manusia menggunakan suatu alat yang dinamakan bahasa. Kearifan melayu mengatakan: “ Bahasa adalah cermin budaya bangsa, hilang budaya maka hilang bangsa”. Jadi bahasa adalah sine qua non, suatu yang mesti ada bagi kebudayaan dan masyarakat manusia.[1] Maka dari itu setiap negara-negara didunia ini memiliki bahasa tersendiri, tak terkecuali Indonesia. Indonesia memiliki bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Sebelum membahas mengenai bahasa Indonesia lebih lanjut kita harus mengetahui apa itu bahasa? Bahasa adalah rangkaian sistem bunyi atau simbol yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, yang memiliki makna dan secara konvensional digunakan oleh sekelompok manusia (penutur) untuk berkomunikasi (melahirkan pikiran dan perasaan) kepada orang lain.[2] Maka dapat disimpulkan secara sederhana bahwa bahasa adalah alat komunikasi antar manusia yang memiliki simbol atau makna yang dihasilkan oleh alat ucap. Lalu bagaimana dengan bahasa yang baik dan benar? Bahasa yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Bahasa yang benar adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah tata bahasa baku. Bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan dan kaidah tata bahasa yang baku.[3] Maka bahasa indonesia yang baik dan benar adalah bahasa indonesia yang penggunaannya sesuai dengan norma kemasayarakatan atau sesuai dengan tempatnya dan sesuai dengan kaidah bahasa yang baku.
2.      Bahasa Baku
Dalam sebuah forum resmi seperti diskusi, acara seminar, temu karya ilmiah, dan lain-lain bahasa yang digunakan adalah bahasa baku. Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah standar dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.[4] Bahasa baku memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1.      Tidak dipengaruhi bahasa daerah.[5] Dalam berkomunikasi menggunakan bahasa indonesia biasanya kita sering menyelipkan atau menggunakan  ragam bahasa yang berkesusaian dengan daerah kita. Bahasa baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah. Contoh: baku ancam, tidak baku anca-anca.
2.      Tidak dipengaruhi bahasa asing.[6] Ragam bahasa baku tidak dipengaruhi oleh bahasa asing. Jika ada penambahan kata bantu, pertukaran posisi maka itu bukan bahasa baku. Contoh: baku itu benar, tidak baku itu adalah benar.
3.      Bukan merupakan ragam bahasa percakapan.[7] Bahasa percakapan merupakan bahasa yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Sedangkan bahasa baku digunakan dalam forum resmi. Contoh: baku bagaimana, tidak baku gimana.
4.      Pemakaian imbuhan secara eksplisit.[8] Dalam bahasa baku imbuhan yang digunakan bersifat eksplisit artinya tegas, gamblang, dan tidak brbelit-belit. Contoh: baku mendengarkan, tidak baku dengarkan.
5.      Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat.[9] Pemakaian ragam bahasa baku sesuai dengan konteks kalimat sehingga dihasilkan kalimat yang lebih sesuai. Contoh: baku sehubungan dengan, tidak baku sehubungan.
6.      Tidak mengandung makna ganda, tidak rancu.[10] Bahasa baku tidak mengandung makna ganda sehingga lebih efektif. Contoh: baku menghemat waktu, tidak baku mempersingkat waktu.
7.      Tidak mengandung arti pleonasme.[11] Dalam bahasa baku penambahan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas tidak dibutuhkan lagi. Contoh: baku mundur,tidak baku mundur kebelakang.
B.     BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM FORUM DISKUSI PBS B IAIN MADURA
Dikusi merupakan sebuah kegiatan yang hampir semua mahasiswa lakukan, baik diskusi dalam kelas maupun diskusi luar kelas. Namun, meski demikian tidak semua mahasiswa dapat melakukan diskusi dengan baik terutama dalam penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Dalam sebuah diskusi penggunaan bahasa menjadi penentu sebuah kuliatas diskusi. Selain ragam bahasa baku, bahasa indonesia keilmuan juga digunakan dalam sebuah forum diskusi. Bahasa indonesia keilmuan bersifat formal dan objektif[12] oleh karena itu bahasa indonesia keilmuan juga digunakan dalam forum diskusi. Dalam sebuah diskusi kemampuan seseorang dalam berbahasa menjadi sangat penting. Apabila seseorang mempunyai kompetensi bahasa yang baik maka dia dapat diharapkan dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan baik dan lancar.[13] Namun tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan benar, sehingga dalam forum diskusi banyak terjadi kesalahan tak terkecuali forum diskusi kelas PBS B.  
Adapun hasil analisis penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam forum diskusi kelas PBS B IAIN Madura berdasarkan ciri-ciri bahasa baku adalah sebagai beriku:
1.      Tidak dipengaruhi bahasa daerah
Salah: “Seperti yang kita lihat, negara Palestina seperti di anca-anca oleh negara Israel”
Benar: “Seperti yang kita lihat, negara Palestina seperti di ancam oleh negara Israel”
Penggunaan kata anca-anca adalah sebuah kesalahan dalam forum diskusi dimana anca merupakan bahasa Madura yang dalam bahasa indonesia sendiri berarti ancam.
2.      Tidak dipengaruhi bahasa asing
Salah: “Jika anda mengatakan bahwa islam adalah agama yang universal maka itu adalah benar”
Benar: “Jika anda mengatakan islam adalah agama yang universal maka itu benar”
Kata adalah seharusnya tidak digunakan sebab dengan menambahkan kata itu kalimatnya menjadi tidak baku.
3.      Bukan merupakan ragam bahasa percakapan
Salah: “Gimana saudara iim, jawabannya bisa diterima?”
Benar: “Bagaimana saudara iim, jawabannya bisa diterima?”
Gimana merupakan bahasa tidak baku yang biasanya digunakan untuk percakapan dengan kawan sehingga kata gimana tidak cocok digunakan dalam forum diskusi.
4.      Pemakaian imbuhan secara eksplisit
Salah: “Saya harap semua dengarkan baik-baik materi yang akan disampaikan oleh pemateri”
Benar: “Saya harap semua mendengarkan baik-baik materi yang akan disampaikan oleh pemateri”
Kata mendengarkan lebih cocok digunakan dari pada dengarkan kata kata mendengarkan terdengar lebih tegas.
5.      Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat
Salah: “Sehubungan selesainya pembacaan materi saya akan membuka sesi pertanyaan”
Benar: “Sehubungan dengan selesainya pembacaan materi saya akan membuka sesi pertanyaan”
Penggunaan kata dengan memberikan penyesuaian terhadap kalimat, sehingga kalimat terdengar lebih baku.
6.      Tidak mengandung makna ganda
Dalam ciri ini kelas PBS B sudah menerapkannya dalam forum diskusi yaitu penggunaan bahasa baku menghemat waktu.
“Untuk menghemat waktu, saya langsung menyimpulkan jawaban dari pemateri pertama”
7.      Tidak mengandung arti pleonasme
Salah: “Yang didepan bisa mundur kebelakang sedikit?”
Benar: “Yang didepan busa mundur sedikit?”
Penggunaan mundur kebelakang tidak baku karena mundur sudah berarti kebelakang sehingga penggunaan kata belakang membuat kalimat menjadi tidak baku.



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa banyak kesalahan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar terutama dalam penggunaan bahasa baku yang sesuai dengan ciri-ciri bahasa baku dalam forum diskusi kelas yang dilakukan oleh mahasiswa PBS B IAIN Madura. Seperti, Tidak dipengaruhi bahasa daerah, dalam diskusi kelas mahasiswa PBS B masih menyelipkan bahasa daerah anca. Dan masih banyak lagi kesalahan yang dilakukan yang tidak sesuai dengan ciri-ciri kata baku.
B.     SARAN
Berdasarkan simpulan diatas maka penulis menyampaikan saran kepada mahasiswa kelas PBS B IAIN Madura agar lebih banyak belajar mengenai tata cara berdiskusi khusunya dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar entah itu dengan cara membaca buku atau lebih sering datang kesebuah seminar, forum diskusi atau acara formal lainnya.


DAFTAR PUSTAKA
Djaja, Aziz. Buku Ajar Bahasa Indonesia. Pamekasan: STAIN Pamekasan, 2006.
Effendi, S. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Bandung: PT   Dunia Pusaka Jaya, 1995.
Hidayat, Asep Ahmad. Filsafat Bahasa “Mengungkap Hakikat bahasa Makna dan Tanda”. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.
Suyanto, Edi. Membina, Memelihara dan Menggunakan BAHASA INDONESIA Secara Benar; Kajian Historis-Teoritis dan Praktis Tulis. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2015.
Tarigan, Henry Guntur. Pengajaran Kompetensi Bahasa. Bandung: Angkasa, 2005.
Waridah, Ernawati. Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku Dilengkapi Ejaan Yang Disempurnakan. Ruang Kata, 2014.
                                                                              



LAMPIRAN
CATATAN KESALAHAN DALAM SETIAP FORUM DISKUSI PBS B
·         Kamis, 8 November 2018 (Pengantar Studi Islam)
Moderator: “Luk coba didengarkan audience”
“Ini pertanyaan yang sangat-sangat luar biasa”
Pemateri: “Seperti yang kita lihat negara palestina seperti di anca-anca oleh negara israel”
“Baiklah, hanya itu saja yang bisa saya berikan
·         Kamis, 22 November 2018 (Pengantar Studi Islam)
Moderator: “Saya mengucapkan syukur.........”
“Saya harap semua dengarkan baik-baik materi yang akan disampaikan oleh.......”
“Sehubungan selesainya pembacaan materi saya akan buka sesi pertanyaan”
Pemateri: “Jika anda mengatakan bahwa islam adalah agama universal maka itu adalah benar”
·         Selasa, 27 November 2018 (Ulumul Hadist)
Moderator: “Gimana saudara iim, jawabannya bisa diterima?”
Pemateri:  “Karena saya telah sudah mengatakan bahwa materi......”
·         Kamis, 29 November 2018
Audience: “yang didepan bisa mundur kebelakang?”
Pemateri: “Ya, hanya ini yang bisa saya sampaikan selebihnya saya serahkan ke moderator”


[1] Asep Ahmad Hidayat, Filsafat Bahasa “Mengungkap Hakikat bahasa, Makna dan Tanda” (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hlm. 30.
[2] Edi Suyanto, Membina, Memelihara dan Menggunakan BAHASA INDONESIA Secara Benar; Kajian Historis-Teoritis dan Praktis Tulis (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2015), hlm. 13.
[3] S. Effendi, Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar (Bandung: PT Dunia Pusaka Jaya, 1995), hlm. 6.
[4] Ernawati Waridah, Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku Dilengkapi Ejaan Yang Disempurnakan (t.t.: Ruang Kata, 2014), hlm., 60.
[5] Ibid.
[6] Ibid. 61.
[7] Ibid. 61.
[8] Ibid. 61.
[9] Ibid. 61.
[10] Ibid. 61.
[11] Ibid. 61.
[12] Aziz Djaja, Buku Ajar Bahasa Indonesia (Pamekasan: STAIN Pamekasan, 2006), hlm. 25.
[13] Henry Guntur Tarigan, Pengajaran Kompetensi Bahasa (Bandung: Angkasa, 2009), hlm. 2.