PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR
DALAM DISKUSI KELAS PBS B IAIN MADURA
MAKALAH
Disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
yang
diampu oleh Ibu Sus Mapsusoh, M.Pd.
Disusun
Oleh:
ZAIRA
SAHARANI PUTRI
18383022201
PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARI’AH
JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA
2018
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur pertama penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat
dan nikmat-Nya lah saya diberikan kesempatan untuk menyelesaikan penulisan makalah ini dengan
baik. Tidak lupa pula shalawat dan salam kita curahkan kepada Rasulullah SAW
semoga kita selalu dalam lindungan beliau.
Makalah
yang berjudul “PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DISKUSI
KELAS PBS B” ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia,
Institut Agama Islam Negeri Tahun 2018. Tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari
pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikiran.
Dalam makalah ini, saya
menyadari masih banyak kesalahan serta kerkurangan didalamnya. Maka dari itu
saya mohon saran dan kritik dari teman-teman, khususnya dosen pengampu mata
kuliah Bahasa Indonesia demi tercapainya makalah yang sempurna.
Pamekasan, 01
Desember 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR.................................................................. i
DAFTAR
ISI................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN............................................................ 1
A. Latar
Belakang................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah.............................................................. 2
C. Tujuan
Penulisan................................................................ 2
BAB
II PEMBAHASAN............................................................. 3
A. Bahasa
Indonesia yang Baik dan Benar............................ 3
1. Definisi
Bahasa............................................................ 3
2. Bahasa
Baku................................................................ 4
B. Bahasa
Indonesia yang Baik dan Benar Dalam Forum Diskusi PBS B IAIN Madura 5
BAB
III PENUTUP...................................................................... 8
A. Kesimpulan........................................................................ 8
B. Saran
................................................................................. 8
DAFTAR
PUSTAKA................................................................... 9
LAMPIRAN.................................................................................. 10
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Diskusi
merupakan kegiatan interaksi yang dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok
untuk bertukar pikiran atau ilmu sehingga dari kegiatan tersebut menghasilkan
sebuah ilmu ataupun pemahaman yang baik dan benar. Hampir setiap hari mahasiswa
akan melakukan diskusi entah itu diskusi kelas mengenai mata kuliah tertentu
ataupun diskusi dalam forum resmi. Kegiatan diskusi tersebut bukan hanya dapat
mengasah kemampuan mahasiswa terhadap materi diskusi melainkan dapat juga
melatih mahasiswa dalam berbicara atau dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar.
Bahasa merupakan
alat komunikasi yang mengandung arti atau makna tertentu. Hampir seluruh negara
didunia memiliki bahasa tersendiri tak terkecuali Indonesia. Indonesia memiliki
bahasa sendiri yaitu bahasa Indonesia yang memiliki salah satu fungsi yaitu
sebagai alat pemersatu bangsa. Fungsi ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa
yang melakukan kegiatan diskusi entah diskusi kelas maupun diskusi luar kelas.
Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam forum diskusi jika di dalam forum
tersebut terdapat peserta yang berasal dari daerah atau pulau-pulau lain
sehingga bahasa Indonesialah yang akan menjadi pemersatu dalam diskusi
tersebut.
Bahasa Indonesia
yang baik adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan tempat, sesuai dengan
siapa lawan bicara dan sesuai dengan apa yang dibicarakan. Sedangkan berbahasa
Indonesia yang benar adalah berbahasa Indonesia sesuai dengan kaidah-kaidah
yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Terkadang kita menggunakan bahasa yang
baik namun tidak benar, begitu pula sebaliknya kita menggunakan bahasa yang
benar namun tidak baik. Atau semisalnya kita berbicara dengan teman akrab
menggunakan bahasa baku atau dalam sebuah forum diskusi kita menggunakan bahasa
santai dan gaul.
Terkadang
kesalahan tersebut dilakukan oleh mahasiswa entah dalam forum diskusi dalam
kelas maupun forum resmi. Kebanyakan mahasiswa mencampur bahasa daerah mereka
dengan bahasa Indonesia atau menggunakan bahasa santai dan gaul dalam diskusi
yang dilakukan. Contoh kesalahan berbahasa yang sering terjadi adalah seperti “Oke, aku akan lempar pertanyaannya kepada
audience” penggunaan bahasa tersebut
salah seharusnya “Baik, Saya akan
lemparkan pertanyaannya kepada audience”. Dalam forum diskusi bahasa yang
digunakan haruslah formal, ketika menyebutkan kata aku haruslah menggunakan kata formal yaitu saya. Kesalahan seperti ini terus terjadi dan dijadikan budaya
diskusi bagi para mahasiswa. Mahasiswa menganggap kesalahan seperti itu sepele
dan terus dilakukan. Kurangnya pemahaman mengenai peraturan sebuah forum
diskusi, dan pemahaman mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi
salah satu faktor mengapa hal ini bisa terjadi. Maka dari itu, sebagai seorang
peneliti saya menyusung judul “PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAB BENAR
DALAM DISKUSI KELAS PBS B” agar makalah ini dapat bermanfaat bagi saya pribadi
sebagai mahasiswa dan para pembaca.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan latar
belakang tersebut, maka pokok-pokok masalah yang akan dibahas adalah sebagai
berikut:
1. Bagaima
Bahasa Indonesia yang baik dan benar?
2. Bagaimana
Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam diskusi kelas PBS B IAIN Madura?
C.
TUJUAN
PENELITIAN
Berdasarkan masalah-masalah
tersebut, maka tujuan penulisan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui
Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2. Mengetahui
Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam diskusi kelas PBS B IAIN Madura.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
BAHASA
INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR
1.
Definisi
Bahasa
Manusia
merupakan mahluk sosial yang dalam kehidupannya tidak akan pernah terlepas dari
interaksi, baik interaksi sesama individu maupun kelompok. Dalam berinteraksi
manusia menggunakan suatu alat yang dinamakan bahasa. Kearifan melayu
mengatakan: “ Bahasa adalah cermin budaya
bangsa, hilang budaya maka hilang bangsa”. Jadi bahasa adalah sine qua non, suatu yang mesti ada bagi
kebudayaan dan masyarakat manusia.[1]
Maka dari itu setiap negara-negara didunia ini memiliki bahasa tersendiri, tak
terkecuali Indonesia. Indonesia memiliki bahasa nasional yaitu bahasa
Indonesia. Sebelum membahas mengenai bahasa Indonesia lebih lanjut kita harus
mengetahui apa itu bahasa? Bahasa adalah rangkaian sistem bunyi atau simbol
yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, yang memiliki makna dan secara
konvensional digunakan oleh sekelompok manusia (penutur) untuk berkomunikasi
(melahirkan pikiran dan perasaan) kepada orang lain.[2]
Maka dapat disimpulkan secara sederhana bahwa bahasa adalah alat komunikasi
antar manusia yang memiliki simbol atau makna yang dihasilkan oleh alat ucap.
Lalu bagaimana dengan bahasa yang baik dan benar? Bahasa yang baik adalah
bahasa yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Bahasa
yang benar adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah tata
bahasa baku. Bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang digunakan sesuai
dengan norma kemasyarakatan dan kaidah tata bahasa yang baku.[3]
Maka bahasa indonesia yang baik dan benar adalah bahasa indonesia yang
penggunaannya sesuai dengan norma kemasayarakatan atau sesuai dengan tempatnya
dan sesuai dengan kaidah bahasa yang baku.
2.
Bahasa
Baku
Dalam sebuah
forum resmi seperti diskusi, acara seminar, temu karya ilmiah, dan lain-lain
bahasa yang digunakan adalah bahasa baku. Bahasa baku adalah ragam bahasa yang
cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah
standar dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.[4]
Bahasa baku memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1. Tidak
dipengaruhi bahasa daerah.[5]
Dalam berkomunikasi menggunakan bahasa indonesia biasanya kita sering
menyelipkan atau menggunakan ragam
bahasa yang berkesusaian dengan daerah kita. Bahasa baku tidak dipengaruhi oleh
bahasa daerah. Contoh: baku ancam,
tidak baku anca-anca.
2. Tidak
dipengaruhi bahasa asing.[6]
Ragam bahasa baku tidak dipengaruhi oleh bahasa asing. Jika ada penambahan kata
bantu, pertukaran posisi maka itu bukan bahasa baku. Contoh: baku itu benar, tidak baku itu adalah benar.
3. Bukan
merupakan ragam bahasa percakapan.[7]
Bahasa percakapan merupakan bahasa yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Sedangkan bahasa baku digunakan dalam forum resmi. Contoh: baku bagaimana, tidak baku gimana.
4. Pemakaian
imbuhan secara eksplisit.[8]
Dalam bahasa baku imbuhan yang digunakan bersifat eksplisit artinya tegas,
gamblang, dan tidak brbelit-belit. Contoh: baku mendengarkan, tidak baku dengarkan.
5. Pemakaian
yang sesuai dengan konteks kalimat.[9]
Pemakaian ragam bahasa baku sesuai dengan konteks kalimat sehingga dihasilkan
kalimat yang lebih sesuai. Contoh: baku sehubungan
dengan, tidak baku sehubungan.
6. Tidak
mengandung makna ganda, tidak rancu.[10]
Bahasa baku tidak mengandung makna ganda sehingga lebih efektif. Contoh: baku menghemat waktu, tidak baku mempersingkat waktu.
7. Tidak
mengandung arti pleonasme.[11]
Dalam bahasa baku penambahan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas tidak
dibutuhkan lagi. Contoh: baku mundur,tidak
baku mundur kebelakang.
B.
BAHASA
INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM FORUM DISKUSI PBS B IAIN MADURA
Dikusi
merupakan sebuah kegiatan yang hampir semua mahasiswa lakukan, baik diskusi
dalam kelas maupun diskusi luar kelas. Namun, meski demikian tidak semua
mahasiswa dapat melakukan diskusi dengan baik terutama dalam penggunaan bahasa
indonesia yang baik dan benar. Dalam sebuah diskusi penggunaan bahasa menjadi
penentu sebuah kuliatas diskusi. Selain ragam bahasa baku, bahasa indonesia
keilmuan juga digunakan dalam sebuah forum diskusi. Bahasa indonesia keilmuan
bersifat formal dan objektif[12]
oleh karena itu bahasa indonesia keilmuan juga digunakan dalam forum diskusi.
Dalam sebuah diskusi kemampuan seseorang dalam berbahasa menjadi sangat
penting. Apabila seseorang mempunyai kompetensi bahasa yang baik maka dia dapat
diharapkan dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan baik dan lancar.[13]
Namun tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan benar,
sehingga dalam forum diskusi banyak terjadi kesalahan tak terkecuali forum
diskusi kelas PBS B.
Adapun
hasil analisis penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam forum
diskusi kelas PBS B IAIN Madura berdasarkan ciri-ciri bahasa baku adalah
sebagai beriku:
1. Tidak
dipengaruhi bahasa daerah
Salah:
“Seperti yang kita lihat, negara
Palestina seperti di anca-anca oleh negara Israel”
Benar:
“Seperti yang kita lihat, negara
Palestina seperti di ancam oleh negara Israel”
Penggunaan kata anca-anca adalah sebuah kesalahan dalam
forum diskusi dimana anca merupakan
bahasa Madura yang dalam bahasa indonesia sendiri berarti ancam.
2. Tidak
dipengaruhi bahasa asing
Salah:
“Jika anda mengatakan bahwa islam adalah
agama yang universal maka itu adalah benar”
Benar:
“Jika anda mengatakan islam adalah agama
yang universal maka itu benar”
Kata adalah seharusnya tidak digunakan sebab
dengan menambahkan kata itu kalimatnya menjadi tidak baku.
3. Bukan
merupakan ragam bahasa percakapan
Salah: “Gimana saudara iim, jawabannya bisa
diterima?”
Benar: “Bagaimana saudara iim, jawabannya bisa
diterima?”
Gimana
merupakan bahasa tidak baku yang
biasanya digunakan untuk percakapan dengan kawan sehingga kata gimana tidak cocok digunakan dalam forum
diskusi.
4. Pemakaian
imbuhan secara eksplisit
Salah:
“Saya harap semua dengarkan baik-baik
materi yang akan disampaikan oleh pemateri”
Benar:
“Saya harap semua mendengarkan baik-baik
materi yang akan disampaikan oleh pemateri”
Kata mendengarkan lebih cocok digunakan dari
pada dengarkan kata kata mendengarkan terdengar lebih tegas.
5. Pemakaian
yang sesuai dengan konteks kalimat
Salah:
“Sehubungan selesainya pembacaan materi
saya akan membuka sesi pertanyaan”
Benar:
“Sehubungan dengan selesainya pembacaan
materi saya akan membuka sesi pertanyaan”
Penggunaan kata dengan memberikan penyesuaian terhadap
kalimat, sehingga kalimat terdengar lebih baku.
6. Tidak
mengandung makna ganda
Dalam ciri ini
kelas PBS B sudah menerapkannya dalam forum diskusi yaitu penggunaan bahasa
baku menghemat waktu.
“Untuk
menghemat waktu, saya langsung menyimpulkan jawaban dari pemateri pertama”
7. Tidak
mengandung arti pleonasme
Salah: “Yang didepan bisa mundur kebelakang
sedikit?”
Benar: “Yang didepan busa mundur sedikit?”
Penggunaan mundur kebelakang tidak baku karena mundur sudah berarti kebelakang sehingga
penggunaan kata belakang membuat
kalimat menjadi tidak baku.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa banyak kesalahan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan
benar terutama dalam penggunaan bahasa baku yang sesuai dengan ciri-ciri bahasa
baku dalam forum diskusi kelas yang dilakukan oleh mahasiswa PBS B IAIN Madura. Seperti, Tidak dipengaruhi bahasa daerah, dalam diskusi
kelas mahasiswa PBS B masih menyelipkan bahasa daerah anca. Dan masih banyak lagi kesalahan yang dilakukan yang tidak
sesuai dengan ciri-ciri kata baku.
B.
SARAN
Berdasarkan
simpulan diatas maka penulis menyampaikan saran kepada mahasiswa kelas PBS B
IAIN Madura agar lebih banyak belajar mengenai tata cara berdiskusi khusunya
dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar entah itu dengan cara membaca buku
atau lebih sering datang kesebuah seminar, forum diskusi atau acara formal
lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Djaja, Aziz. Buku
Ajar Bahasa Indonesia. Pamekasan: STAIN Pamekasan, 2006.
Effendi, S. Panduan
Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Bandung: PT Dunia Pusaka Jaya, 1995.
Hidayat, Asep Ahmad. Filsafat Bahasa “Mengungkap Hakikat bahasa Makna dan Tanda”.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.
Suyanto, Edi. Membina,
Memelihara dan Menggunakan BAHASA INDONESIA Secara Benar; Kajian
Historis-Teoritis dan Praktis Tulis. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2015.
Tarigan, Henry Guntur. Pengajaran Kompetensi Bahasa. Bandung: Angkasa, 2005.
Waridah, Ernawati. Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku Dilengkapi Ejaan Yang Disempurnakan.
Ruang Kata, 2014.
LAMPIRAN
CATATAN KESALAHAN DALAM SETIAP FORUM DISKUSI PBS B
·
Kamis, 8 November
2018 (Pengantar Studi Islam)
Moderator: “Luk
coba didengarkan audience”
“Ini
pertanyaan yang sangat-sangat luar
biasa”
Pemateri:
“Seperti yang kita lihat negara palestina seperti di anca-anca oleh negara israel”
“Baiklah,
hanya itu saja yang bisa saya berikan”
·
Kamis, 22 November
2018 (Pengantar Studi Islam)
Moderator: “Saya mengucapkan
syukur.........”
“Saya
harap semua dengarkan baik-baik
materi yang akan disampaikan oleh.......”
“Sehubungan
selesainya pembacaan materi saya akan buka sesi pertanyaan”
Pemateri:
“Jika anda mengatakan bahwa islam adalah agama universal maka itu adalah benar”
·
Selasa, 27 November
2018 (Ulumul Hadist)
Moderator: “Gimana saudara
iim, jawabannya bisa diterima?”
Pemateri: “Karena
saya telah sudah mengatakan bahwa materi......”
·
Kamis, 29 November
2018
Audience: “yang didepan bisa mundur kebelakang?”
Pemateri: “Ya, hanya ini yang bisa saya sampaikan selebihnya saya serahkan ke moderator”
[1] Asep Ahmad Hidayat, Filsafat Bahasa “Mengungkap Hakikat bahasa,
Makna dan Tanda” (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hlm. 30.
[2] Edi Suyanto, Membina, Memelihara dan Menggunakan BAHASA
INDONESIA Secara Benar; Kajian Historis-Teoritis dan Praktis Tulis
(Yogyakarta: Graha Ilmu, 2015), hlm. 13.
[3] S. Effendi, Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan
Benar (Bandung: PT Dunia Pusaka Jaya, 1995), hlm. 6.
[4] Ernawati Waridah, Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku Dilengkapi
Ejaan Yang Disempurnakan (t.t.: Ruang Kata, 2014), hlm., 60.
[5] Ibid.
[6] Ibid. 61.
[7] Ibid. 61.
[8] Ibid. 61.
[9] Ibid. 61.
[10] Ibid. 61.
[11] Ibid. 61.
[12] Aziz Djaja, Buku Ajar Bahasa Indonesia (Pamekasan:
STAIN Pamekasan, 2006), hlm. 25.
[13] Henry Guntur Tarigan,
Pengajaran Kompetensi Bahasa
(Bandung: Angkasa, 2009), hlm. 2.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar